Perisaijurnalis.com, Polman – Personel Polsek Urban Wonomulyo bergerak cepat menangani kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang petani meninggal dunia di Dusun Taba-Taban, Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu (21/10/2026).
Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna, S.I.K., memimpin langsung personel mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 09.00 WITA. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi Kanit Intel Polsek Wonomulyo IPTU Suriadi dan Panit Reskrim Polsek Wonomulyo IPTU Mulyono.
Korban diketahui bernama Kunding (39), seorang petani yang berdomisili di Dusun Berampa, Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa bermula ketika pemilik lahan bernama Arsyad meminta Junaedi, seorang pekerja pemotong kayu menggunakan mesin senso, untuk menebang pohon jenis laban di kebunnya yang berada di Dusun Taba-Taban, Desa Bulo.
Sebelum penebangan dilakukan, korban diminta membantu memasang tali yang digunakan untuk menarik pohon agar tumbang sesuai arah yang diharapkan.
Saat pohon mulai tumbang, Junaedi memberikan aba-aba kepada para pekerja untuk menarik tali secara bersamaan.
Namun, korban bergerak ke arah kiri, sedangkan dua pekerja lainnya berlari ke arah kanan.
Pohon tersebut kemudian tumbang ke arah kiri dan rantingnya mengenai kepala korban.
Warga yang berada di sekitar lokasi selanjutnya membantu mengevakuasi korban ke tempat yang aman sebelum dibawa ke Puskesmas Bulo untuk menjalani pemeriksaan medis.
Pohon laban yang ditebang tersebut diketahui memiliki diameter sekitar 115 sentimeter dan tinggi kurang lebih 19,5 meter.
Dalam penanganan kejadian tersebut, personel Polsek Urban Wonomulyo melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit mesin senso berwarna merah dan seutas tali tambang plastik berwarna biru.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka memar pada bagian atas kepala yang disertai keluarnya darah dari mulut, hidung, dan telinga.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat penolakan autopsi.
Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna, S.I.K., mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pekerjaan, khususnya pekerjaan yang memiliki risiko tinggi seperti penebangan pohon.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, terutama dalam kegiatan penebangan pohon. Pastikan kondisi lingkungan aman, perhatikan arah tumbangnya pohon, serta koordinasikan setiap tahapan pekerjaan dengan baik untuk menghindari kejadian serupa,” ujar Kapolsek.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas musibah yang dialami korban dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Melalui penanganan tersebut, Polsek Urban Wonomulyo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap pekerjaan guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan jiwa. (DF)

