Perisaijurnalis.com, Polman – Wakapolres Polewali Mandar (Polman), Kompol Restu Indra Pamungkas, S.T., M.Si., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Polewali Mandar yang berlangsung di Aula Rupatama Polres Polman, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Polri, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, serta tenaga kesehatan dalam upaya percepatan penanggulangan TBC di wilayah Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Rakor dihadiri oleh Harsalim, S.Kep., M.Kes. mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Wakapolres Polman Kompol Restu Indra Pamungkas, S.T., M.Si., Ps. Kauryankes Subbidkespol Biddokkes Polda Sulbar AKP Carsa, S.Kep., M.M., Plh. Kasubdit Bhabinkamtibmas Polda Sulbar IPTU Risman, S.H., Kasat Binmas Polres Polman AKP M. Rustan, S.Sos., dr. H. Gunadil, M.M.Kes. mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Kepala Dinas PMD Alimuddin, para Kanit Binmas Polsek jajaran Polres Polman, serta para Bhabinkamtibmas.
Dalam sambutannya, Kompol Restu Indra Pamungkas, S.T., M.Si., menegaskan komitmen Polri untuk mendukung penuh program pemerintah dalam penanganan TBC melalui pendekatan kolaboratif bersama tenaga kesehatan dan pemerintah desa.
Ia berharap para Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas dapat memahami materi yang disampaikan sehingga mampu menjalankan tugas pendampingan di lapangan secara maksimal.
Menurutnya, Polri siap mendukung program DORS (Deteksi, Observasi, Obati, Rawat, dan Sembuh) guna meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien TBC.
“Polri siap mengawal proses penanganan TBC mulai dari pendataan, pengobatan hingga pasien dinyatakan sembuh. Kami juga siap mendampingi tenaga kesehatan saat melakukan kunjungan ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, dr. H. Gunadil, M.M.Kes., mengajak seluruh elemen untuk menyukseskan program penanggulangan TBC melalui sinergi antara tenaga kesehatan, Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara puskesmas dan Bhabinkamtibmas sangat penting agar proses pendampingan pasien dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pada sesi pemaparan materi, Harsalim, S.Kep., M.Kes. dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa Kabupaten Polewali Mandar saat ini menjadi daerah dengan jumlah kasus TBC terbanyak di Sulawesi Barat, yakni sekitar 560 kasus.
Ia menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri dan dapat menyerang paru-paru maupun organ tubuh lainnya. Penyakit tersebut menular melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
“TBC bukan penyakit keturunan dan bukan akibat guna-guna atau kutukan. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai,” jelasnya.
Ia juga memaparkan kelompok yang berisiko tinggi terkena TBC, di antaranya anak-anak, lansia, perokok, penderita HIV/AIDS, orang dengan daya tahan tubuh rendah, serta mereka yang tinggal serumah dengan pasien TBC.
Selain itu, peserta mendapatkan materi terkait pencegahan TBC melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, kepatuhan menjalani terapi pengobatan, serta upaya pengendalian infeksi di lingkungan masyarakat. (DF)
