• Terms of Service
  • Indeks Berita
perisaijurnalis.com
  • Berita
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Politik
  • Lifestyle
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Politik
  • Lifestyle
No Result
View All Result
perisaijurnalis.com
No Result
View All Result
Home Berita

Waduh, Gara-Gara Harga Batu Merah Terjadi Penganiayaan

Redaksi by Redaksi
April 15, 2025
in Berita, News
0
0
SHARES
62
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perisaijurnalis.com, Polman – Upaya menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah hukumnya kembali ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kebunsari, Polsek Wonomulyo. Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 10.00 Wita, Brigpol Panca Setiawan bersama Kepala Dusun Desa Arjosari memfasilitasi proses mediasi antara dua warga yang terlibat cekcok hingga berujung penganiayaan.

Adapun Kedua warga yang terlibat yakni Sarwoedi (50), pengumpul batu merah asal Dusun Magelang, Desa Arjosari, dan Suratman (44), warga Dusun Boyolali, Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo.

Perselisihan bermula saat keduanya bertemu di Dusun 2 Desa Kebunsari, Minggu (13/4/2025). Cekcok tak terhindarkan saat membahas harga jual batu merah yang dianggap tidak sesuai, hingga akhirnya berujung emosi. Suratman yang terbawa amarah, tanpa sadar memukul punggung dan paha Sarwoedi menggunakan sarung parang, hingga menyebabkan luka gores pada paha korban.

Menyikapi kejadian ini, Bhabinkamtibmas langsung mengambil langkah cepat dengan mempertemukan kedua belah pihak. Dalam proses mediasi yang berlangsung di Mapolsek Wonomulyo, kedua belah pihak akhirnya sepakat berdamai secara kekeluargaan.

“Dalam mediasi ini, kedua warga yang kebetulan masih memiliki hubungan keluarga sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Pihak kedua juga telah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, baik kepada korban maupun kepada siapa pun,” ungkap Brigpol Panca Setiawan.

Tak hanya itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk saling berkomunikasi apabila ada kesalahpahaman di kemudian hari terkait pekerjaan mereka, serta berkomitmen menyerahkan penyelesaian secara hukum jika peristiwa serupa terulang.

Seluruh proses mediasi berlangsung aman dan tertib, serta menjadi contoh bahwa permasalahan di tengah masyarakat bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus berujung pada proses hukum. (MPJ)

Post Views: 384
Tags: Gara-Gara Harga Batu Merah Terjadi PenganiayaanWaduh
Previous Post

Menagih Janji, Perjuangan Masyarakat Paleleng Tidak Boleh Mundur Sedikitpun

Next Post

Kondisinya Jembatan Bila Sudah Memprihatinkan, Pemuda Batulappa Mendesak Pemda Pinrang Segera Alokasikan Dana

Redaksi

Redaksi

Next Post

Kondisinya Jembatan Bila Sudah Memprihatinkan, Pemuda Batulappa Mendesak Pemda Pinrang Segera Alokasikan Dana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

perisaijurnalis.com

© 2026 Perisaijurnalis.com - Design By PT. DEMOOWEB DIGITAL INDONESIA

  • Berita Politik
  • Persija Jakarta
  • Sepakbola
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Gadget
  • Mobile
  • Startup
  • Travel
  • Fashion
  • Health
  • Politics
  • Business

© 2026 Perisaijurnalis.com - Design By PT. DEMOOWEB DIGITAL INDONESIA