• Terms of Service
  • Indeks Berita
perisaijurnalis.com
  • Berita
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Politik
  • Lifestyle
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Politik
  • Lifestyle
No Result
View All Result
perisaijurnalis.com
No Result
View All Result
Home Berita

LSM GESUHRA: Kritik Adalah Cermin, Bukan Ancaman Bagi Pemimpin Kuat

Redaksi by Redaksi
Juli 8, 2026
in Berita, News
0
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perisaijurnalis.com, Pinrang – Di tengah dinamika pembangunan dan pelayanan publik di Pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Suara Hati Rakyat (LSM GESUHRA) menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait etika kepemimpinan yang sehat dan demokratis.

Rahmat selaku Ketua LSM GESUHRA menegaskan prinsip dasar yang harus dipegang setiap pejabat publik.

“Pemimpin yang kuat bukan yang anti kritik, melainkan yang berani mengevaluasi diri ketika dikritik.”

Pernyataan ini disampaikan Ketua LSM GESUHRA kepada awak media di Pinrang, Rabu (8/7/2026).

Kritik Adalah Vitamin Demokrasi.

Menurut Ketua LSM GESUHRA, demokrasi tidak akan sehat tanpa kontrol sosial. Kritik dari rakyat, media, akademisi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat adalah instrumen konstitusional yang dijamin UUD 1945.

“Kritik itu suara hati rakyat yang jujur. Kadang nadanya keras, kadang pedas, tapi tujuannya satu: agar Pemerintahan tersebut lebih baik, anggaran lebih tepat sasaran, pelayanan lebih manusiawi,” tegas Ketua LSM GESUHRA.

Ia menilai, pemimpin yang alergi kritik justru menunjukkan 3 kelemahan: ego tinggi, data lemah, dan takut kebenaran terbongkar. Sebaliknya, pemimpin kuat memiliki mentalitas pembelajar. Berani dengar, berani akui kekurangan, berani ambil langkah perbaikan.

LSM GESUHRA: Mitra Kritis, Bukan Musuh Pemerintah

Ketua LSM Gerakan Suara Hati Rakyat menambahkan, posisi LSM GESUHRA jelas: sebagai mitra kritis pemerintah.

“Kami bukan oposisi yang tujuan utamanya menjatuhkan. Kami bukan buzzer yang tujuan utamanya membela buta. Kami ‘SUARA HATI RAKYAT.’ Ada kebijakan bagus, kami apresiasi dan kawal. Ada kebijakan melenceng, wajib kami ingatkan dengan data dan solusi,” jelasnya.

LSM GESUHRA berkomitmen setiap kritik yang disampaikan selalu disertai 3 hal: fakta lapangan, analisis data, dan rekomendasi perbaikan. “Kritik tanpa solusi itu hanya keluhan. Kritik dengan solusi itu kontribusi,” ungkapnya.

3 Pilar Sikap Pemimpin Kuat Versi LSM GESUHRA

Ketua LSM GESUHRA merumuskan 3 sikap yang harus dimiliki pemimpin kuat di era keterbukaan informasi:

1. Berani Mendengar: Buka kanal aduan, buka ruang dialog, jangan alergi media. SPAN LAPOR, medsos resmi, dan tatap muka langsung harus hidup.
2. Berani Mengevaluasi: Setelah dengar kritik, cek data internal. Kalau benar ada salah, akui. Kalau fitnah, luruskan dengan fakta. Jangan defensif menyerang balik.
3. Berani Berbenah: Tindaklanjuti hasil evaluasi. Ubah kebijakan, copot pejabat yang tidak kompeten, perbaiki SOP. Itu baru disebut pemimpin pembelajar.

“Masyarakat butuh pemimpin model begini. Rendah hati tapi tegas. Terbuka tapi berwibawa. Tidak anti kritik, tapi anti korupsi dan anti pelayanan buruk,” pungkas Ketua LSM GESUHRA.

Ajakan kepada Pemerintah

Di akhir rilis, LSM GESUHRA mengajak Kepala daerah, Wakil Kepala daerah, Sekda, seluruh kepala OPD, camat, lurah, dan kepala desa untuk menjadikan kritik sebagai energi positif.

LSM Gerakan Suara Hati Rakyat berharap pernyataan ini jadi pengingat: jabatan itu amanah, bukan mahkota. Dan amanah dijaga dengan kerendahan hati untuk terus dievaluasi.

LSM Gerakan Suara Hati Rakyat adalah lembaga kontrol sosial yang fokus mengawal kebijakan publik, anggaran, dan pelayanan dasar di Pemerintahan. Motto: ”Satu Hati, Satu Suara Lantangkan Kebenaran.” (DF)

Post Views: 10
Tags: Bukan Ancaman Bagi Pemimpin KuatLSM GESUHRA: Kritik Adalah Cermin
Previous Post

Aksi Nyata Satgas Pamtas RI-PNG Yonip 123/Rajawali di Kampung Kimaam Distrik Kimaam Mappi 

Next Post

Ketika Kata “Jika” Menjadi Tanggung Jawab: Lindungi Masyarakat Adat dan Rakyat dari Ketidakadilan

Redaksi

Redaksi

Next Post

Ketika Kata "Jika" Menjadi Tanggung Jawab: Lindungi Masyarakat Adat dan Rakyat dari Ketidakadilan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

perisaijurnalis.com

© 2026 Perisaijurnalis.com - Design By PT. DEMOOWEB DIGITAL INDONESIA

  • Berita Politik
  • Persija Jakarta
  • Sepakbola
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Gadget
  • Mobile
  • Startup
  • Travel
  • Fashion
  • Health
  • Politics
  • Business

© 2026 Perisaijurnalis.com - Design By PT. DEMOOWEB DIGITAL INDONESIA